
Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat muslim khususnya di Sumbawa dewasa ini adalah terkait bagaimana membangun usaha berkah dan bebas riba. Keprihatinan akan pengaruh budaya luar yang terus ‘memborbardir’ nilai-nilai agama maupun budaya lokal, dikhawatirkan pada satu masa akan menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai mulia yang menjadi karakter dalam bermasyarakat termasuk nilai-nilai riba dalam berekonomi yang dikhawatirkan berdampak pada efek perpecahan dan sengketa di tengah masyarakat.
Sebagai ikhtiar merespon keprihatinan tersebut, Yayasan Reset Qalbu, bekerjasama dengan Koperasi Konsumen Syariah BMT Insan Samawa menyelenggarakan Safari Dakwah menghadirkan Pakar Fiqih Muamalah Nasional, Alumnus Madinah International University Ust.Ammi Nur Baits, ST.BA. (ANB) pada tanggal 4-5 April 2026 di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa. Safari Dakwah yang dikemas dengan metode bedah buku Ust.Ammi Nur Baits yang berjudul ‘Ada Apa Dengan Riba’ dan ‘Prinsip Hidupku’.


Dalam sesi pertama yang diselenggarakan pada tanggal 4 April 2026 ba’da sholat Ashar hingga selepas isya, dibedah buku ‘Ada Apa Dengan Riba’ karya ANB yang dihadiri lebih 500 peserta. Dalam pembahasannya, ANB menekankan bahaya praktik riba, dimana pelakunya akan diperangi oleh Allah kelak di Padang Mahsyar. Selain itu, dibahas pula jenis-jenis riba, seperti riba simpan pinjam dan riba jual beli, serta praktik-praktik muamalah lainnya saat ini yang cendrung mendekati riba.
Adapun sesi kedua diselenggarakan pada tanggal 5 April ba’da sholat Shubu hingga waktu duha, dengan membedah buku karangan ANB berjudul ‘Prinsip Hidupku’. Kajian yang lebih menitikberatkan terkait prinsip-prinsip syar’i yang harus diperhatikan oleh setiap Muslim dalam menapaki hidup agar mampu meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Beberapa prinsip yang dibahas dalam bedah buku tersebut diantaranya tentang pentingnya niat dalam setiap amal, hidup sesuai tuntunan sunnah Rasulullah, pentingnya skala prioritas, menghindari waktu nganggur dan menyempurnakan sisa hidup dengan kebaikan.
Dalam agenda Safari Dakwah selama dua hari tersebut, peserta begitu antusias mengikuti. Bahkan peserta yang hadir datang berbagai kota dan kabupaten di NTB. keaktifan peserta tampak dengan tumpukan kertas pertanyaan yang hingga akhir sesi tidak dapat direspon semua oleh pemateri. Beberapa peserta sangat mengharapkan agar Safari Dakwah yang mendatangkan ulama nasional dengan tema sesuai permasalahan kekinian lebih sering diselenggarakan. Harapannya ilmu yang berlandaskan sunnah akan dapat melahirkan perbuatan dan ibadah yang baik dan diridhai-Nya.

Pada agenda Safari Dakwah selama dua hari tersebut juga dihadirkan stand buku yang menjual buku dengan judul ‘Ada Apa Dengan RIBA” dan “Prinsip Hidupku” karangan ANB. Selama masa penjualan buku seluruh stock yang disediakan panitia atau sekitar 200 buku habis terjual yang menandakan antusiasme peserta yang ingin mendalami ilmu terkait bahaya riba dan prinsip hidup sesuai tuntunan sunnah Rasulullah.(HRS)