Setelah merealisasikan kemitraan zakat produktif dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Sumbawa pada akhir 2025, Koperasi Konsumen Syariah (Kopsyah) BMT Insan Samawa di awal 2026 ini mulai melakukan tahapan pendampingan bagi pelaku usaha mikro (UKM) mustahiq Baznas guna penguatan usaha dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Sebagai langkah awal proses pendampingan, manajemen BMT Insan Samawa menunjuk 5(lima) tenaga pendamping untuk melakukan evaluasi terkait dampak penguatan pasca realisasi modal usaha termasuk kondisi omset usaha. Dari total 54 (lima puluh empat) penerima manfaat modal usaha dari berbagai kelurahan di Kecamatan Sumbawa, telah dilakukan evaluasi tahap pertama sebanyak 43 (empat puluh tiga) mustahiq dengan kondisi usaha baik sebanyak 34 orang atau 79,1 %, kemudian kondisi cukup baik sebanyak 7 orang atau 16,3 % dan sebanyak 2 orang atau 4,6% kurang baik.

Adapun dari sisi evaluasi omset usaha, hasil evaluasi dikalkulasikan terdapat 27 orang atau 61,4% omset usaha meningkat, kemudian 8 orang omset usaha tetap atau sebanyak 18,2 % dan sebanyak 9 pelaku usaha atau 20,4% mengalami omset usaha menurun.

Terkait dengan hasil evaluasi tahap pertama ini, mengenai beberapa UKM penerima manfaat yang mengalami penurunan omset dan kondisi usaha kurang baik pihak BMT Insan Samawa memberikan beberapa masukan dan intervensi. Di antaranya diferensiasi produk, penguatan media promosi (dalam hal ini Pihak Manajemen BMT Insan Samawa ikut membantu design media promosi) serta penguatan jejaring hilirisasi produk.

Dalam hajat penguatan kapasitas UKM penerima manfaat tersebut, Pihak BMT Insan Samawa akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi usaha guna perbaikan kapasitas usaha UKM penerima manfaat. Ikhtiar pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan sumbangsih positif dalam hajat merubah ‘wajah’ UKM tersebut dari mustahiq menjadi muzakki. “Niat mulia baznas merubah kualitas UKM mustahiq menjadi muzakki insyaAllah akan terus dikawal BMT Insan Samawa, untuk itu kami akan tetap menjalin komunikasi terkait progress pendampingan usaha para UKM penerima manfaat.” Harap Rai selaku Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa.