Sebagai wujud tanggung jawab penguatan kapasitas usaha UKM berbasis syariah, Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Syariah (LPES) NTB bekerjasama dengan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat (KPEU) MUI Sumbawa dan Koperasi Syariah BMT Insan Samawa menyelenggarakan pelatihan usaha berbasis syariah bagi sekitar 40 UMKM di Kabupaten Sumbawa berlokasi di Hotel Suci, Kamis 4 Desember 2025.

Dalam agenda tersebut menghadirkan dua pemateri yakni Rai Saputra SIP. selaku ketua KPEU MUI Sumbawa yang juga Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa, dengan materi terkait usaha berbasis syariah. Kemudian pemateri kedua yakni Firman Cahyadi M.M.Inov., Direktur LPES NTB yang juga Sekretaris KPEU MUI Sumbawa, dengan materi terkait pentingnya sertifikasi halal usaha UMKM.

Dalam paparannya, Rai yang sudah bergelut dalam bidang ekonomi syariah selama kurang lebih 20 tahun menyampaikan pentingnya usaha berlandaskan sistem ekonomi syariah, untuk mencapai keberkahan dalam berusaha.

“Dalam kaedah muamalah syariah, segala hal dan ikhtiar boleh dilakukan selama tidak ada larangan. Hal yang bertolak belakang dengan ibadah. Untuk itu para UMKM perlu memahami kaedah syariah terkait pelarangan dalam bab muamalah. Di antaranya riba/ modal dengan pinjaman berbunga, gharar/ ketidakjelasan barang, maysir/ judi, jual beli barang haram dan tipu menipu. Hal yang perlu dihindari untuk mengundang Rahmat dan pertolongan Allah dalam ikhtiar berusaha.” Jelas Rai.

Pada materi sertifikasi halal produk, Firman memaparkan lebih detil pada indikator halal dan tayyib dalam alur proses produksi usaha. Kemudian setelah paparan agenda dilanjutkan dengan pembahasan pembentukan koperasi syariah UMKM untuk lingkup Kabupaten Sumbawa.

“Agenda syiar ekonomi syariah ini dihajatkan untuk terus dilanjutkan dengan bekerjasama dengan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah. Harapannya literasi ekonomi syariah terus dapat disebarluaskan ke para pelaku usaha di Kabupaten Sumbawa guna meraih keberkahan hidup masyarakat Tanah Intan Bulaeng.” Tutup Firman.