Dalam rangka meningkatkan pelibatan komoditas lokal terkait supplai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bappeda Sumbawa menyelenggarakan rapat koordinasi mengundang stakeholder terkait di Aula Kantor Bappeda Sumbawa pada Selasa siang, 30 September 2025.
Hadir dalam agenda tersebut 10 (sepuluh) SPPG aktif di Kabupaten Sumbawa, Dinas terkait ketahanan pangan dan gizi seperti Dinas Kesehatan, Pertanian, Perikanan, Peternakan, Dinas Koperindag & UKM Sumbawa serta asosiasi peternak ayam, daging sapi dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Sumbawa serta Koperasi Konsumen Syariah BMT insan samawa.
Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Sumbawa DR Dedi Heriwibowo menyampaikan urgensi pertemuan tersebut dalam rangka menekankan kembali pentingnya program MBG melibatkan komoditas lokal dalam produksinya sesuai yang dihajatkan Presiden Prabowo. “Oleh karena pentingnya membangun ekosistem ekonomi dalam program MBG ini, maka setiap pihak terutama pengusaha lokal maupun petani harus menangkap peluang sebagai mitra supplier SPPG.” Terang Kepala Bappeda Sumbawa.


Kemudian di sesi diskusi, Pemilik Yayasan Bestungel yang merupakan pengelola SPPG Bestungel, Nurul Baharun menyampaikan bahwa saat ini SPPG dikelola yang melingkupi tiga wilayah yakni Kecamatan Unter Iwes, Plampang dan Empang sudah mulai memberdayakan pengusaha lokal untuk bahan dapur bergizi nya. Bahan dimaksud seperti ikan, daging sapi dan ayam. “Dalam pemenuhan bahan baku kami sangat pro komoditas lokal, namun bahan bahan yang masih sulit disuplai lokal seperti sayur saat in masih mengambil dari Lombok karena kapasitas tersedia di Sumbawa belum memadai.” Terang Nurul. Senada dengan apa yang disampaikan Nurul, Burhanudin selaku pengelola SPPG di Lunyuk juga mengeluhkan hal yang sama. Khususnya terkait keterbatasan komoditas sayur dalam pemenuhan dapur bergizinya. “Kami sangat kesulitan bahkan kami mencari ke Lombok untuk bekerjasama dengan pengepul sayur di Lombok Timur dalam rangka pemenuhan kebutuhan SPPG kami. Oleh karena itu penting petani lokal maupun SMK mulai mengembangkan jurusan Pertanian untuk kesiapan dalam menopang program berdampak massif tersebut.” Ujarnya.
Menanggapi paparan perwakilan SPPG, kepala Dinas Kesehatan Sumbawa menekankan pentingnya akses bahan baku berbasis lokal di Sumbawa, karena dengan cara itu dapat memotong rantai pasok bahan baku SPPG sehingga mampu meminimalisir kerusakan bahan baku khususnya bahan bahan cepat rusak seperti sayur, buah dan daging. Selain itu Kadis Dinas Kesehatan juga menekankan agar SPPG memperhatikan kebersihan dan higenisitas proses produksi.
Kemudian dari Dinas Pertanian memberikan respon terkait kesiapan Dinas Pertanian dalam mendukung program MBG. Di antaranya dengan penyiapan lahan yang dapat dijadikan untuk penanaman komoditas sayur bagi petani di Sumbawa. Adapun dari asosiasi pengusaha ayam menyampaikan kesiapan untuk membangun jejaring peternak lokal dengan pengusaha ayam makro dalam memperkuat rantai pasok daging ayam bagi SPPG.
Menjelang sesi akhir, diskusi disampaikan oleh perwakilan Dinas Perikanan yang menekankan selain perhatian pada sisi kapasitas, juga jaminan kualitas yang melibatkan Dinas terkait sebagai lembaga yang menerbitkan surat kelayakan perlu diperhatikan. Sehingga hajat panganan bergizi yang diharapkan dalam program MBG dapat betul betul diwujudkan. Closing statement disampaikan oleh Ketua Dekopinda Sumbawa yang juga Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa, Rai Saputra. Dalam paparannya Rai menekankan arti penting keberadaan Gerakan Koperasi sebagai gerakan penopang program MBG berbasis lokal.
“Hajat baik Presiden Prabowo menjejaring MBG dan Gerakan Koperasi termasuk Koperasi Syariah BMT Insan Samawa yang merupakan bentuk keberpihakan presiden dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Untuk itu koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian Indonesia melalui skema syariah sebagai salah satu opsinya penting menjawab ‘tantangan’ MBG, melalui penekanan pada sektor usaha komoditas berbasis bagi hasil bagi pihak terlibat, serta setiap insan koperasi berkomitmen memperkuat tekad untuk sebesar besarnya manfaat sesuai tuntunan dalam ekonomi syariah. Oleh karena itu dalam waktu dekat kami Dekopinda Sumbawa segera mengadakan musyawarah daerah Gerakan Koperasi untuk memperkuat barisan menyiapkan pelibatan koperasi dalam program strategis ini.” Tutup Rai.